SILAHKAN PILIH WARNA BACKGROUND YANG ANDA INGINKAN

SEKARANG SUDAH TAK SEPERTI DULU


Waktu memang bergulir begitu cepat , saya masih ingat betul saat pertama kali menggendong tas sekolah , memakai seragam sekolah , dan segala macam atribut sekolah. Saat itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saya benar-benar merasa masih sangat polos, sama sekali belum mengenal yang namanya cinta, wanita, dan Novia :) . Harga jajanan pun masih sangat murah, bahkan saking murahnya ibu saya memberikan uang Rp. 500,-  sebagai uang saku saya selama di sekolah setiap harinya. Dengan nominal uang sebesar itu, saya bisa mendapatkan makanan yang setidaknya dapat menunda lapar serta cukup untuk mengganjal perutku selama di sekolah. Berbagai macam makanan serta minuman dapat dibeli dengan harga yang memang tergolong murah saat itu. Selain itu, ketika saya dan teman-teman bermain, jenis permainan yang dimainkan pun merupakan permainan tradisional. Misalnya, main kelereng, petak umpet dan lain sebagainya, sengaja saya tidak memberikan banyak contoh karena memang saya sudah tidak ingat lagi nama-nama permainan tradisional semacam itu.
          Dahulu perkembangan teknologi khususnya di Indonesia belum berkembang pesat. Handphone atau telepon genggam belum banyak dimiliki oleh orang - orang di kampung. Handphone masih digunakan oleh orang-orang yag mempuyai penghasilan ekonomi tingkat atas dalam artian handphone masih dimiliki orang-orang kaya , selain itu orang kayanya pun biasanya hanya yang memiliki tempat tinggal di kota-kota besar. Selain itu jenis HP yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum banyak memiliki fitur – fitur yang masih sangat rendah atau biasa disebut low end. Bahkan untuk fitur kamera dan mp3 pun baru dimiliki sebagian merk HP. Alhasil sebagian besar orang yang memiliki HP yaitu memiliki HP jadul yang biasa digunakan hanya untuk SMS dan menelepon saja. Selain HP, teknologi yang sudah ada di zaman dulu namun belum berkembang pesat yaitu internet. Dulu, internet memang sudah ada, akan tetapi belum banyak orang yang menggunakan layanan tersebut bahkan sangat jarang sekali orang yang mengetahui tentang internet tersebut. Terutama warga sekitar pedalaman dan pedesaan yang memang jauh dari yang namanya informasi dikarenakan jauh dari daerah perkotaan. Dahulu , di kota hanya ada beberapa jasa penyedia internet yang biasa masyhur digunakan adalah WARNET ( warung internet ) . Untuk warnet sendiri biasanya digunakan oleh orang – orang yang berkepentingan saja. Beberapa orang yang terbilang sering menggunakan jasa internet ini diantaranya adalah para karyawan kantor dan perusahaan yang memang membutuhkan jasa internet untuk mengelola perusahaannya itu sendiri.
          Begitu sederhananya gambaran kisah kehidupan di masa lalu. Lalu, bagaimana sekarang ? apa yang terjadi ?
           Tak terasa memang, Alhamdulillah sekarang saya sudah duduk di bangku kuliah.  Rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan sebuah anugerah yang sangat besar sehingga saya bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ). Saya sekarang melanjutkan studi di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) masuk Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pend. Teknik Informatika dan Komputer. Awalnya, saya memang tidak menyangka akan diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ). Kenapa ? pasalnya , setelah lulus Sekolah Dasar, saya melanjutkan belajar di madrasah swasta yaitu Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Munjul yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Cirebon, Kecamatan Astanajapura, Desa Munjul Pesantren. Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Munjul adalah sebuah madrasah swasta yang memiliki tingkat eksistensi yang terbilang cukup rendah, dalam artian tidak banyak orang yang mengetahui tentang madrasah tersebut. Karena memang madrasah saya itu, terletak di sebuah desa yang bisa dibilang jauh dari keramaian. Bahkan untuk berkunjung atau hanya sekedar mampir ke sana saya harus menempuh jalur semi pegunungan, artinya untuk sampai ke sana saya harus melalui jalan yang cukup bergelombang yang merupakan jalur khas pegunungan. Kemudian, setelah saya menyelesaikan studi di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Munjul, saya melanjutkan studi masih di kecamatan yang sama bahkan desa dan blok yang sama yaitu Madrasah Aliyah Nurul Huda Munjul. Adapun latar belakang Madrasah Aliyah Nurul Huda Munjul pun sama dengan Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Munjul yang telah saya paparkan dan jabarkan sebelumnya. Oleh karena tempat saya mengenyam bangku pendidikan keduanya adalah swasta, saya merasa sangat pesimis untuk bisa melanjutkan kuliah di sebuah Perguruan Tinggi Negeri. Bahkan, saya dan orang tua saya sebelumnya sudah berencana untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Swasta di kampung halaman saya yaitu Cirebon. Akan tetapi, takdir berkata lain setelah saya didaftarkan SNMPTN oleh pihak sekolah. Akhirnya, ketika saya melihat pengumuman SNMPTN via online saya benar – benar merasa sangat bahagia, bangga juga tak percaya. Saya yang sekian lama belajar di madrasah swasta selama 6 tahun, saya bisa diterima di sebuah Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ).
        Kembali lagi ke pembahasan sebelumnya, setelah gambaran kehidupan masa lalu saya paparkan, saya akan coba bandingkan dengan kehidupan sekarang yang sudah terbilang modern. Di era globalisasi ini, teknologi semakin canggih. Para produsen asing kian bersaing satu sama lain demi menghasilkan produk yang bermutu dan banyak diminati oleh masyarakat dunia. Jepang, Jerman, Korea, China serta beberapa produsen mancanegara  mulai banyak menciptakan suatu karya serta menghasilkan inovasi dalam produk elektronik, gadget, alat transportasi dan lain sebagainya. Saya mengambil satu contoh, dewasa ini sebagian besar orang memiliki yang namanya Smartphone. Jikalau dahulu orang yang mempunyai HP di suatu desa bisa dihitung dengan jari, namun sekarang banyak orang yang mempunyai bukan hanya HP lagi, melainkan Smartphone. Bahkan tidak hanya orang dewasa yang memilikinya, anak kecil pun sekarang sudah tidak memasukkan kelereng lagi ke dalam saku celananya, tapi sekarang anak – anak kecil sudah mengantongi Smartphone dan membawanya ke manapun mereka pergi. Seakan sudah menjadi tradisi, tidak hanya di kota – kota besar, namun di desa – desa pun anak – anak kecil zaman sekarang sudah memegang Smartphone di tangannya. Bukan untuk mengerjakan tugas atau mengirim email, tapi kebanyakan anak yang meggunakan smartphone hanya untuk bermain game saja. Tak ayal memang, spesifikasi smartphone sekarang sudah sangat gahar. Tidak hanya vendor asing yang sudah ternama, bahkan vendor lokal pun sudah banyak mengeluarkan smartphone yang cukup tangguh untuk menjalankan game yang terbilang cukup berat. Dengan menyematkan prosessor di atas 1 ghz yang mengusung jenis dual core bahkan octa core, lalu untuk RAM sudah di atas 1 GB bahkan ada yang sudah 4 GB. Selain itu display yang semakin lapang serta penggunaan jenis layar yang cukup premium mampu menampilkan grafik game dengan begitu apik tanpa lag.
      Tidak hanya untuk bermain game, sekarang sudah banyak smartphone yang memiliki fitur kamera yang beresolusi tinggi. Tak heran, sekarang ini banyak sekali orang yang menggunakan smartphone-nya itu untuk selfie. Terutama kaum hawa yang bisa dibilang mayoritas dari wanita di kalangan remaja ini seakan menjadikan selfie sebagai sebuah hobi. Setiap kali ada objek yang bagus mereka menjadikannya sebagai latar belakang foto untuk selfie. Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi edit foto yang bisa membuat hasil foto 3 x lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut membuat para wanita terlihat jauh lebih cantik, lebih putih dan lebih mulus dari sebelumnya.
Selain fitur kamera yang sudah sangat bagus, teknologi yang dimiliki smartphone sekarang adalah fitur internet yang sudah mendukung jarigan 4G LTE. Dahulu , di kota hanya ada beberapa jasa penyedia internet yang biasa masyhur digunakan adalah WARNET ( warung internet ) . Untuk warnet sendiri biasanya digunakan oleh orang – orang yang berkepentingan saja. Namun sekarang, internet sudah sangat mudah untuk diakses guna mendapatkan berbagai macam info dari luar kota, luar provinsi bahkan luar negara. Karena jangkaun internet ini menjangkau seluruh dunia. Jadi, beberapa orang yang ada di seluruh penjuru dunia dapat saling berhubugan satu sama lain dengan sangat mudah dan praktis serta efisien.
Bayangkan jika tidak ada internet di dunia ini. Ketika kita harus saling bertukar kabar atau bahkan berbagi informasi satu sama lain di penjuru dunia, apa yang dapat kita lakukan ? mungkin kita hanya akan menghabiskan ongkos kita untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Dengan adanya internet ini kita dapat dengan mudah berhubungan satu sama lain meskipun kita berada di lain tempat bahkan di lain negara.
        Dahulu, ketika kita ingin memberi kabar kepada keluarga atau kerabat kita yang berbeda daerah, kita harus menulis surat serta mengirimkannya melalui pos. Butuh waktu beberapa hari untuk memastikan bahwa surat kita telah sampai ke tempat tujuan, ditambah lagi jika kita ingin mendapatkan balasan dari surat yang kita tulis itu, kita harus menanti beberapa hari hingga surat balasan tersebut sampai ke tangan kita. Namun kini, teknologi sudah semakin canggih. Oleh karena itu, kegiatan surat – menyurat sudah semakin jarang dilakukan masyarakat. Mungkin sebagian orang masih melakukannya, namun kebanyakan orang lebih memilih menggunakan sesuatu yang praktis yaitu dengan menggunakan SMS, email, atau chat.
      Teknologi sudah semakin canggih, peradaban sekarang sudah semakin maju. Segala sesuatu sekarang dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Lalu apa yang harus kita lakukan? yang harus kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan seperti sekarang ini. Dengan cara apa kita bersyukur ? hendaknya, alangkah baiknya, kita mensyukuri semua ini dengan cara memanfaatkanya dengan baik, menggunakannya untuk hal – hal yang bermanfaat, jangan sampai terlena apalagi terbuai oleh semua itu. Kita harus tetap senantiasa beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT. Mejalankan segalah apa yang telah diperintahkan Allah SWT dan menjauhi apa yang telah dilarang-Nya. Karena sebagai hamba, kita harus tetap taat kepada Sang Pencipta. Apapun yang terjadi, dalam keadaan apapun, kita harus selalu menjalankan serta mengamalkan ajaran – ajaran islam. 
Kesimpulannya, perkembangan teknologi semakin berkembang seiring bergulirnya waktu. Kita jangan sampai terbuai oleh hal yang demikian. Kita harus ingat tugas kita yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Share on Google Plus

About Unknown

"Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan"
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: